Pesawat Hemat 70% Bahan Bakar Dari MIT

Sebuah tim peneliti di MIT memperkenalkan inovasi teknologi terbaru mereka – sebuah pesawat yang menggunakan bahan bakar 70% lebih sedikit dari pesawat konvensional. Tim MIT ini merupakan satu dari enam kelompok – dan satu-satunya tim yang dipimpin universitas – dari seluruh AS yang dipilih NASA untuk membantu meredesain pesawat untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, mengurangi emisi dan memungkinkan pesawat lepas landas dari landasan yang lebih pendek. Tim MIT berhasil memenuhi sasaran-sasaran yang ditetapkan NASA dengan pesawat D-series mereka, yang dinamakan “double bubble”.

NASA menyebut proyek yang didanai pemerintah ini “N+3”, menandakan bahwa pesawat ini ditujukan untuk merevolusi industri penerbangan dalam tiga generasi. MIT, Boeing, GE Aviation dan Northrop Grumman diberi tugas untuk meredesain pesawat komersial subsonik sementara tim dari Boeing dan Lockheed-Martin dipercaya untuk menciptakan pesawat komersial supersonik. Sasaran NASA adalah mengurangi konsumsi bahan bakar dan mempertimbangkan bahwa dalam tiga dekade, lalu lintas udara akan meningkat 2X. Sekarang setelah desain ini disingkapkan, tim MIT menunggu kabar dalam beberapa bulan ke depan tentang desain mana yang akan menerima dana untuk melanjutkan program tahap kedua.

MIT merancang D-series sebagai pesawat yang bisa menampung 180 penumpang yang ditujukan untuk menggantikan pesawat penerbangan domestik Boeing 737. Kalau pesawat konvensional menggunakan desain tubuh pesawat tunggal, lain halnya dengan D-series, D-series ini menggunakan bentuk dua tabung parsial tubular yang ditempatkan berdampingan – dari sinilah julukan bubble berasal. Pesawat ini menggunakan sayap yang lebih panjang dan lebih tipis dan ekor yang lebih kecil dan penempatan mesin di bagian belakang pesawat bukan di bagian sayap sebagaimana pesawat pada umumnya. Semua fitur ini yang memungkinkan penghematan dalam penggunaan bahan bakar. Tim MIT juga memperkenalkan pesawat H-series -gambarnya ada di bawah – sebuah pesawat tubuh sayap hibrida yang bisa menampung 350 penumpang dan bisa menggantikan pesawat Boeing 777 yang banyak digunakan untuk penerbangan internasional. NASA mengharapkan desain-desain dari program ini bisa lepas landas pada tahun 2035.
 

View Source: MIT

This entry was posted in boeing, D-series, GE Aviation, lockheed martin, MIT, N+3, NASA, northrop grumman, subsonic, subsonik, supersonic, supersonik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s